Posted by: pikir | July 22, 2007

Varian pikir.


 

 

Aku berpikir, kemudian aku bersuara.

Aku meng aktual kan isi akal.

Banyak yang protes, tak setuju atau malah ada yag menghargai.

 

Mungkin mereka yang berpikir harus siap dengan kesendirian.

Mungkin dianggap melanggar norma, nilai atau etika budaya.

Tapi melanggar norma dan nilai siapa.

Soal ini hanyalah mengenai tafsir.

 

Mungkin yang berpikir, harus siap dibantah.

Mungkin dengan bantahan yang menyakitkan.

Atau di dor saja, supaya diam abadi.

Tertidur nyenyak tak ngorok.

 

Kritik mungkin diucapkan pemikir,

Dan kemudian diikuti dengan sejumlah massa.

Massa yang kemudian berhasrat untuk berubah.

Revolusi, reformasi apalah bahasanya.

 

Namun yang berpikirlah

Yang membuat variasi.

Tak kaku dalam realita yang bergerak.

Tak beku dalam tubuh yang kebodohan.

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: