Posted by: pikir | June 17, 2007

Kutu buku

                                          Kutu buku

 

 Kalau kita sekali-kali nonton sinetron, apalagi sinetron anak sekolahan , ada sebuah fenomena khusus yang menarik perhatian saya. Seorang kutu buku sering diidentifikasikan dan seringkali di stereotip kan sebagai seorang berkacamata tebal, culun, penakut, kaku, antisosial, dan yang paling sering adalah kutu buku ditampilkan sebagai orang yang terzalimi.

 

Duh, kasihan ya kutu buku sudah di general kan identity nya seperti itu, seolah-olah kalau seorang itu suka baca, dia sudah ditakdirkan dan bergaris lurus untuk menjadi seorang cupu, literalis, gak akan pernah bisa gaul, terlalu idealis dan tidak realistis.

 

Apakah seorang kutu buku memang seperti itu. mungkin saja ada yang seperti itu, tapi jelas tidak banyak, apalagi semuanya. Stereotip yang tertampilkan seperti itu, saya pikir banyak juga mempengaruhi anak-anak remaja yang baru sadar akan dunia ini, sehingga mereka akan menjauhkan diri untuk menjadi sosok kuper begitu (jelas saja mana ada manusia yang mau hidupnya terzalimi terus-terusan seperti yang tertampilkan di sinetron-sinetron itu kan hehe), mereka lebih memilih untuk meniru  perilaku gaul seperti sosok playboy atau malah anak-anak bandel yang ada disinetron-sinetron itu, karena disinetron peran yang seperti itu  sering dideskripsikan lebih menarik dan lebih dominan.

 

kutu buku sudah tertindas, kasihan sekali.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: